KATA PENGANTAR
Puji
dan Syukur kami panjatkan ke Hadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena berkat
limpahan Rahmat dan Karunia-nya sehingga kami dapat menyusun makalah ini dengan
baik dan tepat pada waktunya. Dalam makalah ini kami membahas mengenai
Penerapan Wawasan Nusantara Dalam Kehidupan Sehari-Hari Secara Nasional.
Makalah
ini dibuat dengan berbagai observasi dan beberapa bantuan dari berbagai pihak
untuk membantu menyelesaikan tantangan dan hambatan selama mengerjakan makalah
ini. Oleh karena itu, penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya
kepada semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan makalah ini.
Penulis
menyadari bahwa masih banyak kekurangan yang mendasar pada makalah ini. Oleh
karena itu penulis mengundang pembaca untuk memberikan saran serta kritik yang
dapat membangun penulis.
Kritik
konstruktif dari pembaca sangat kami harapkan untuk penyempurnaan makalah
selanjutnya.
Akhir kata semoga makalah
ini dapat memberikan manfaat bagi kita sekalian.
Jakarta, 18 november 2013
Fenni
Octafiyani
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Negara
Kesatuan Republik Indonesia mempunyai wilayah yang sangat luas dibandingkan
dengan Negara - Negara lain, yang terbentang mulai dari sabang sampai marauke.
Diapit oleh dua benua dan dua samudera yang memiliki 2 musim yaitu musim
penghujan dan musim kemarau ini memang Negara yang kaya akan kekayaan daerahnya,
lebih dari 300 suku tinggal di Indonesia mulai dari pelosok daerah hingga
perkotaan yang sekarang mulai tertinggal oleh zaman dan digantikan dengan
budaya barat. Hal ini juga memperlihatkan bahwa bangsa Indonesia itu terdiri
dari banyak suku bangsa yang Multikultural ( memiliki banyak suku ),
mempunyai bahasa yang berbeda-beda, kebiasaan dan adat istiadat yang berbeda,
kepercayaan yang berbeda, kesenian, ilmu pengetahuan, mata pencaharian dan cara
berpikir yang berbeda-beda. Pada zaman dahulu Negara Indonesia untuk menjadi sebuah
negara yang merdeka dari semua penjajahan yang terjadi, Indonesia harus
mempunyai wilayah, penduduk dan pemerintah .
Karena cara pandang bangsa Indonesia mengenai diri dan tanah airnya sebagai
negara kepulauan yang berdasarkan Pancasila dengan semua aspek kehidupan yang
beragam mulai dari cara pandang bahasa, berpikir yang berbeda itulah yang
membuat penulis bekeinginan untuk mempelajari dan mendalami tentang Wawasan
Nusantara. Wawasan nusantara dibentuk dan dijiwai oleh geopol.
Geopol adalah ilmu
pengelolaan negara yang menitikberatkan pada keadaan geografis. Geopol selalu
berkaitan dengan kekuasaan kekuatan yang mengangkat paham atau mempertahankan
paham yang dianut oleh suatu bangsa atau negara demi menjaga persatuan dan
kesatuan .
1.2 Rumusan Masalah
1. Apa pengertian Wawasan Nusantara?
2. Apa kedudukan, fungsi, tujuan dan
implementasi Wawasan Nusantara?
3. Bagaimana perwujudan wawasan
Nusantara sebagai wawasan dalam mencapai tujuan nasional?
4. Mengapa warga negara Indonesia harus mengaplikasikan
wawasan Nusantara dalam kehidupan sehari-hari?
5. Apa saja tantangan yang dihadapi
dalam mengimplementasikan wawasan Nusantara?
6. Bagaimana cara menerapkan wawasan
Nusantara dalam kehidupan sehari-hari?
1.3 Tujuan Penulisan
1. Mengetahui pengertian Wawasan
Nusantara.
2. Mengetahui kedudukan, fungsi, tujuan
dan implementasi Wawasan Nusantara.
3. Memahami perwujudan wawasan Nusantara
sebagai wawasan dalam mencapai tujuan nasional.
4. Mengetahui alasan warga negara
Indonesia harus mengaplikasikan wawasan Nusantara dalam kehidupan sehari-hari.
5. Memaparkan tantangan-tantangan apa
saja yang dihadapi dalam mengimplementasikan wawasan Nusantara.
6. Mengetahui cara menerapkan wawasan
Nusantara dalam kehidupan sehari-hari.
1.4 Manfaat Penulisan
1. Bagi Mahasiwa, dapat menjadi sumber
pengetahuan yang dapat menambah ilmu dan wawasan mahasiswa, terutama mengenai
implementasi wawasan Nusantara.
2. Bagi Pemerintah dan Masyarakat ( termasuk
guru, dosen dan orang tua ), dapat menjadi acuan sikap ataupun tindakan yang
akan dilakukan untuk menerapkan wawasan Nusantara dalam kehidupan sehari-hari
dalam rangka mencapai tujuan nasional.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Wawasan Nusantara
·
Menurut
Prof.Dr. Wan Usman
Wawasan Nusantara adalah
cara pandang bangsa Indonesia mengenai diri dan tanah air nya sebagai Negara
kepulauan dengan semua aspek kehidupan yang beragam.
·
Menurut
Kel. Kerja LEMHANAS 1999
Wawasan Nusantara adalah
cara pandang dan sikap bangsa Indonesia mengenai diri dan lingkungannya yang
beragam dan bernilai strategis dengan mengutamakan persatuan dan kesatuan
bangsa dan kesatuan wilayah dalam menyelenggarakan kehidupan bermsyarakat,
berbangsa dan bernegara untuk mencapai tujuan nasional.
·
Menurut
Ketetapan MPR Tahun 1993 dan 1998 Tentang GBHN
Wawasan Nusantara adalah
cara pandang dan sikap bangsa Indonesia mengenai diri dan lingkungannya dengan
mengutamakan persatuan dan kesatuan bangsa serta kesatuan wilayah dalam
menyelenggarakan kehidupan bermsyarakat, berbangsa, dan bernegara untuk
mencapai tujuan nasional.
Dari berbagai pengertian di atas
dapat di simpulkan bahwa
Wawasan Nusantara adalah cara pandang dan sikap bangsa
Indonesia mengenai diri dan lingkungannya dengan mengutamakan persatuan dan
kesatuan.
2.2 Kedudukan, fungsi, tujuan dan
implementasi Wawasan Nusantara
·
Kedudukan
Wawasan Nusantara
1. Wawasan Nusantara sebagai wawasan
nasional bangsa Indonesia merupakan ajaran yang di yakini kebenarannya oleh
seluruh rakyat agar tidak terjadi penyesatan dan penyimpangan dalam upaya mencapai
dan mewujudkan cita-cita dan tujuan b nasional.
2. Wawasan Nusantara dalam paradigma
nasional secara structural dan fungsional mewujudkan keterkaitan hierarkis
piramida dan secara instrumental mendasari kehidupan nasional yang berdimensi
kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
2.3 Fungsi Wawasan Nusantara
Wawasan nusantara berfungsi sebagai pedoman, motivasi, dorongan serta
rambu-rambu dalam menentukan segala kebijaksanaan, keputusan, tindakan, dan
perbuatan bagi penyelenggara Negara di tingkat pusat dan daerah maupun bagi
seluruh rakyat Indonesia dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan
bernegara.
2.4 Tujuan
Wawasan Nusantara
Wawasan Nusantara bertujuan mewujudkan nasioanalisme yang tinggi disegala
aspek kehidupan rakyat Indonesia yang lebih mengutamakan kepentingan nasioanal
dari pada kepentingan individu, kelompok, golongan, suku bangsa atau daerah, kepentingan
individu, kelompok, golongan, suku bangsa atau daerah tetap dihargai selama
tidak bertentangan dengan kepentingan nasional atau kepentingan masyarakat
banyak.
Menurut Cristine S.T. Kansil, S.H., MH dkk dalam bukunya pendidikan
kewarganegaraan diperguruan tinggi menjelaskan bahwa tujuan wawasan
nusantara adalah:
1.
Tujuan ke dalam mewujudkan kesatuan dalam
segenap aspek kehidupan nasional yaitu aspek alamiah dan aspek social.
2.
Tujuan keluar pada lingkungan bangsa dan Negara
yang mengelilingi Indonesia ialah ikut serta mewujudkan ketertiban dan
perdamaian dunia berdasarkan kemerdekaan keadilan sosial dan perdamaian abadi.
3.
Wawasan Nasional Indonesia.
2.5 Implementasi wawasan nusantara dalam
berbagai kehidupan :
1. Perwujudan Kepulauan Nusantara
sebagai Satu Kesatuan Politik.
Bangsa
Indonesia bersama bangsa-bangsa lain ikut menciptakan ketertiban dunia dan
perdamaian abadi melalui politik luar negeri yang bebas aktif. Implementasi
wawasan nusantara dalam kehidupan politik akan menciptakan iklim
penyelenggaraan negara yang sehat dan dinamis. Hal tersebut tampak dalam wujud
pemerintahan yang kuat aspiratif dan terpercaya yang dibangun sebagai
penjelmaan kedaulatan rakyat.
Dalam
kehidupan politik adalah menciptakan
iklim penyelenggara Negara yang sehat dan dinamis serta mewujudkan pemerintahan
yang kuat, aspiratif, dan dipercaya.
2. Perwujudan Kepulauan Nusantara
sebagai Satu Kesatuan Ekonomi.
Implementasi
wawasan nusantara dalam kehidupan ekonomi akan menciptakan tatanan ekonomi yang
benar-benar menjamin pemenuhan dan peningkatan kesejahteraan dan kemakmuran
rakyat secara adil dan merata. Di samping itu, implementasi wawasan nusantara
mencerminkan tanggung jawab pengelola sumber daya alam yang memperhatikan
kebutuhan masyarakat antar daerah secara timbal balik serta kelestarian sumber
daya alam itu sendiri.
Dalam kehidupan ekonomi adalah menciptakan tatanan ekonomi yang benar-benar
menjamin pemenuhan dan peningkatan kesejahteraan kemakmuran rakyat yang adil.
6
3. Perwujudan Kepulauan Nusantara
sebagai Satu Kesatuan Sosial dan Budaya.
Implementasi
wawasan nusantara dalam kehidupan sosial budaya akan menciptakan sikap batiniah
dan lahiriah yang mengakui segala bentuk perbedaan sebagai kenyataan hidup
sekaligus karunia Tuhan. Implementasi ini juga akan menciptakan kehidupan
masyarakat dan bangsa yang rukun dan bersatu tanpa membedakan suku, asal usul
daerah, agama, atau kepercayaan, serta golongan berdasarkan status sosialnya.
Budaya
Indonesia pada hakikatnya adalah satu kesatuan dengan corak ragam budaya yang
menggambarkan kekayaan budaya bangsa. Budaya Indonesia tidak menolak
nilai-nilai budaya asing asalkan tidak bertentangan dengan nilai budaya bangsa
sendiri dan hasilnya dapat dinikmati.
Dalam
kehidupan sosial dan budaya adalah
menciptakan sikap batiniah dan lahiriah yang mengakui, menerima dan menghormati
segala bentuk perbedaan sebagai kenyataan yang hidup di sekitarnya dan
merupakan karunia Sang Pencipta.
4. Perwujudan Kepulauan Nusantara
Sebagai Satu Kesatuan Pertahanan Nasional.
Implementasi wawasan nusantara dalam
kehidupan pertahanan dan keamanan akan menumbuhkan kesadaran cinta tanah air
dan bangsa, yang lebih lanjut akan membentuk sikap bela negara pada tiap warga
negara Indonesia. Kesadaran dan sikap cinta tanah air dan bangsa serta bela
negara ini menjadi modal utama yang akan mengerakkan partisipasi setiap warga
negara indonesia dalam menghadapi setiap bentuk ancaman antara lain, bahwa
ancaman terhadap satu pulau atau satu daerah pada hakikatnya adalah ancaman
terhadap seluruh bangsa dan negara.
Serta dalam
kehidupan pertahanan nasional adalah
menumbuhkan kesadaran cinta tanah air dan membentuk sikap bela Negara pada
setiap WNI.
2.6 Aplikasi Penggunaan Pendekatan Wawasan
Nusantara dalam Kehidupan Sehari-Hari
Wawasan Nusantara sebagai
cara pandang bangsa Indonesia yang melihat Indonesia sebagai satu kesatuan
politik, ekonomi, sosial budaya, dan hankam, yang merupakan landasan dan dasar
hakekat ancaman yang timbul baik dari luar maupun dari dalam segala aspek
kehidupan bangsa.
Untuk dapat mewujudkan
konsepsi wawasan Nusantara tersebut perlu dilakukan aplikasi dalam kehidupan
sehari-hari sebagai berikut:
1.
Kehidupan
Politik
a. Pelaksanaan kehidupan politik yang
diatur dalam undang-undang, seperti UU Partai Politik, UU Pemilihan Umum, dan
UU Pemilihan Presiden. Pelaksanaan undang-undang tersebut harus sesuai hukum
dan mementingkan persatuan bangsa. Contohnya seperti dalam pemilihan presiden,
anggota DPR, dan kepala daerah harus menjalankan prinsip demokratis dan
keadilan, sehingga tidak menghancurkan persatuan dan kesatuan bangsa.
b. Pelaksanaan kehidupan bermasyarakat
dan bernegara di Indonesia harus sesuai dengan hukum yang berlaku. Seluruh
bangsa Indonesia harus mempunyai dasar hukum yang sama bagi setiap warga
negara, tanpa pengecualian. Di Indonesia terdapat banyak produk hukum yang
dapat diterbitkan oleh provinsi dan kabupaten dalam bentuk peraturan daerah
(perda) yang tidak bertentangan dengan hukum yang berlaku secara nasional.
c. Mengembagkan sikap hak asasi manusia
dan sikap pluralisme untuk mempersatukan berbagai suku, agama, dan bahasa yamg
berbeda, sehingga menumbuhkan sikap toleransi.
d. Memperkuat komitmen politik terhadap
partai politik dan lembaga pemerintahan untuk menigkatkan semangat kebangsaan
dan kesatuan.
2.
Kehidupan
ekonomi
a. Wilayah Nusantara mempunyai potensi
ekonomi yang tinggi, seperti posisi khatulistiwa, wilayah laut yang luas, hutan
tropis yang besar, hasil tambang dan minyak yang besar, serta memeliki penduduk
dalam jumlah cukup besar. Oleh karena itu, implementasi dalam kehidupan ekonomi
harus berorientasi pada sektor pemerintahan, pertanian, dan perindustrian.
b. Pembangunan ekonomi harus
memperhatikan keadilan dan keseimbangan antardaerah. Oleh sebab itu, dengan
adanya otonomi daerah dapat menciptakan upaya dalam keadilan ekonomi.
c. Pembangunan ekonomi harus melibatkan
partisipasi rakyat, seperti dengan memberikan fasilitas kredit mikro dalam
pengembangan usaha kecil.
3.
Kehidupan
social
a. Mengembangkan kehidupan bangsa yang
serasi antara masyarakat yang berbeda, dari segi budaya, status sosial, maupun
daerah. Contohnya dengan pemerataan pendidikan di semua daerah dan program
wajib belajar harus diprioritaskan bagi daerah tertinggal.
b. Pengembangan budaya Indonesia, untuk
melestarikan kekayaan Indonesia, serta dapat dijadikan kegiatan pariwisata yang
memberikan sumber pendapatan nasional maupun daerah. Contohnya dengan
pelestarian budaya, pengembangan museum, dan cagar budaya.
4.
Kehidupan
pertahanan dan keamanan
a. Kegiatan pembangunan pertahanan dan
keamanan harus memberikan kesempatan kepada setiap warga negara untuk berperan
aktif, karena kegiatan tersebut merupakan kewajiban setiap warga negara,
seperti memelihara lingkungan tempat tinggal, meningkatkan kemampuan disiplin,
melaporkan hal-hal yang menganggu keamanan kepada aparat dan belajar
kemiliteran.
b. Membangun rasa persatuan, sehingga
ancaman suatu daerah atau pulau juga menjadi ancaman bagi daerah lain. Rasa
persatuan ini dapat diciptakan dengan membangun solidaritas dan hubungan erat
antara warga negara yang berbeda daerah dengan kekuatan keamanan.
c. Membangun TNI yang profesional serta
menyediakan sarana dan prasarana yang memadai bagi kegiatan pengamanan wilayah
Indonesia, terutama pulau dan wilayah terluar Indonesia.
2.7 Tantangan Implementasi Wawasan
Nusantara
kita menyaksikan bahwa individu dalam
bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara sedang mengalami perubahan. Faktor
utama yang mendorong terjadinya proses perubahan tersebut adalah nilai-nilai
kehidupan baru yang dibawa oleh negara maju dengan kekuatan penetrasi
globalnya. Tantangan itu antara lain :
1. Pemberdayaan rakyat yang optimal.
2. Dunia yang tanpa batas.
3. Era baru kapitalisme.
4. Kesadaran warga Negara
2.8 Penerapan Wawasan Nusantara
1. Salah satu manfaat paling nyata dari
penerapan wawasan Nusantara. Khususnya di bidang wilayah. Adalah diterimanya
konsepsi Nusantara di forum internasional. Sehingga terjaminlah integritas
wilayah territorial Indonesia. Laut Nusantara yang semula dianggap “laut bebas”
menjadi bagian integral dari wilayah Indonesia.
2. Pertambahan luas wilayah sebagai
ruang lingkup tersebut menghasilkan sumber daya alam yang mencakup besar untuk
kesejahteraan bangsa Indonesia.
3. Pertambahan luas wilayah tersebut
dapat diterima oleh dunia internasional terutama negara tetangga yang
dinyatakan dengan persetujuan yang dicapai.
4. Penerapan wawasan Nusantara dalam
pembangunan negara di berbagai bidang tampak pada berbagai proyek pembangunan
sarana dan prasarana ekonomi, komunikasi dan transportasi.
5. Penerapan di bidang sosial dan budaya
terlihat pada kebijakan untuk menjadikan bangsa Indonesia yang Bhinneka Tunggal
Ika tetap merasa sebangsa, setanah air, senasib sepenanggungan dengan asas
pancasila.
6. Penerapan wawasan Nusantara di bidang
pertahanan keamanan terlihat pada kesiapsiagaan dan kewaspadaan seluruh rakyat
melalui sistem pertahanan dan keamanan rakyat semesta untuk menghadapi berbagai
ancaman bangsa dan Negara.
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Wawasan Nusantara sebagai
cara pandang bangsa Indonesia yang melihat Indonesia sebagai satu kesatuan
politik, ekonomi, sosial budaya, dan hankam, yang merupakan landasan dan dasar
hakekat ancaman yang timbul baik dari luar maupun dari dalam segala aspek
kehidupan bangsa. Untuk dapat mewujudkan konsepsi wawasan Nusantara tersebut
perlu dilakukan aplikasi dalam kehidupan sehari-hari Jika wawasan nasional,
ketahanan nasional serta politik dan strategi nasional suatu bangsa tercapai
maka tujuan nasional bangsa tersebut tidak hanya menjadi cita-cita belaka
tetapi dapat terwujud.
3.2 Saran
a. Dengan adanya wawasan nusantara, kita
harus dapat memiliki sikap dan perilaku yang sesuai kejuangan, cinta tanah air
serta rela berkorban bagi nusa dan bangsa.
b. Sebaiknya “Wawasan Nusantara
benar-benar diterapkan dilingkungan sekolah atau jenjng pertama yaitu Sekolah
Dasar hal itu dimaksutkan agar setelah mereka besar nanti dia akan memiliki
jiwa sosial yang tinggi.
c. Peran Sekolah, Guru, Pemerintah
sanganlah Penting dalam penerapan Wawasan Nusantara di sekolah.
DAFTAR PUSTAKA
2009. “Implementasi Wawasan
Nusantara”. diakses tanggal 15 Desember 2011 dari www.wikipedia.com
Ayano, Suci. 2011. “Wawasan
Nusantara”. diakses tanggal 16 Maret 2013 dari : http://www.Hubungan Antara
Wawasan Nusantara dengan Ketahanan Nasional « STUDI TUR.htm,
Cristine, dkk.
2002. Pendidikan Kewarganegaraan Untuk Perguruan Tinggi. Jakarta : PT
Prandnya Paramita
Sartini,dkk.
2002. Pendidikan Kewarganegaraan Untuk Perguruan Tinggi. Yogyakarta :
Paradigma.
Santoso Budi, dkk.
2005. Pendidikan Kewarganegaraan. Jakarta : Gramedia.
sugoii (y)
BalasHapusmakasih gan sudah berbagi ilmu sangat bermanfaat
BalasHapussekali ijin sahare gan