Mata
Kuliah : Teori Pengantar Mikro Ekonomi
KATA
PENGANTAR
Puji
dan syukur penulis panjatkan kepada kehadirat ALLAH SWT yang telah memberikan
rahmat dan karunia-Nya kepada penulis, sehingga akhirnya penulis dapat
menyelesaikan makalah ini yang alhamdulillah tepat pada waktunya, yang berjudul
“Pasar Persaingan Monopolistis”.
Makalah
ini dibuat dengan observasi dan beberapa bantuan berbagai pihak untuk
menyelesaikan makalah ini tanpa hambatan selama mengerjakan. Oleh karena itu
penulis mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang
telah membantu dalam penyusunan makalah ini .
Penulis
menyadari bahwa penulisan makalah ini tidak luput dari segala kekurangan dan
kesempurnaan. Namun penulis telah mengusahakan yang terbaik bagi penulisan
makalah ini. Oleh karena itu kritik dan saran dari semua pihak yang bersifat
membangun selalu penulis harapkan demi kesempurnaan makalah ini.
Akhir kata, penulis sampaikan terima
kasih kepada semua pihak yang telah berperan serta dalam penyusunan makalah ini
dari awal sampai akhir. Semoga Allah SWT senantiasa meridhai segala usaha kita.
Amin.
Jakarta, 10 Juni 20
Fenni Octafiyani
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Pasar merupakan tulang punggung
perekonomian masyarakat, baik masyarakat yang berada di kalangan kelas bawah
ataupun masyarakat yang berada di kalangan kelas atas. Semua unsur pasar yang
berkaitan dengan kegiatan ekonomi berada di pasar,mulai dari unsur produksi,
distribusi maupun unsur konsumsi.
Usaha seseorang untuk selalu memenuhi kebutuhan hidupnya selalu
dilakukan sejak zaman dahulu kala. Sebelum adanya jual beli seseorang memenuhi
kebutuhan hidupnya dengan bertukar barang dengan orang lain yang memiliki
barang yang ia butuhkan (barter). Namun, barter bukanlah hal
yang efisien bagi seseorang untuk dapat memenuhi kebutuhan hidupnya. Karena
terkadang barang yang ditukar tidak seimbang nilainya dengan barang yang
didapat.
Seiring berkembangnya zaman akhirnya didapat satuan pengukur
nilai suatu barang yaitu Uang. Setelah orang-orang mengenal
uang maka sistem barter tidak lagi berlaku, tetapi yang berlaku adalah sistem
jual-beli.
Menurut organisasinya pasar dapat dibedakan menjadi dua, yaitu Pasar
Persaingan Sempurna, dan Pasar Persaingan Tidak Sempurna.
Pasar persaingan tidak sempurna dibagi lagi menjadi tiga bagian yaitu Pasar
Monopoli, Pasar Monopolistik, dan Pasar Oligopoli.
Pada kesempatan kali ini, kita akan membahas tentang Pasar
Monopolistis. Melihat dari jenis barang yang termasuk di dalamnya,
pasar tipe ini merupakan salah satu pasar yang begitu dekat dengan kehidupan
kita sehari-hari.
1.2 Rumusan Masalah
1.
Apa yang dimaksud dengan pasar persaingan
monopolistis?
2.
Apa saja ciri-ciri pasar persaingan monopolistis?
3.
Apa saja keseimbangan dalam pasar persaingan
monopolistis?
4.
Apa saja corak dalam pasar persaingan monopolistis?
5.
Apa saja kelebihan dan kekurangan dari pasar
persaingan monopolistis?
1.3 Tujuan Penulisan
Tujuan dari penulisan ini adalah untuk mengetahui apa
pengertian pasar monopolistis, serta untuk mengetahui ciri-ciri apa saja yang
ada di dalam pasar persaingan monopolistis.
Selain itu tujuan penelitian ini juga untuk melengkapi tugas
sebagai tugas Softskill program Strata Satu (S1) Jurusan Management dan
Akuntansi.
1.4 Manfaat Penulisan
Penulisan ini diharapkan dapat memberikan
manfaat bagi :
1.
Penulis
Karena dengan tugas ini dapat menambah pengetahuan serta wawasan bagi si penulis mengenai pasar persaingan monopolistis.
Karena dengan tugas ini dapat menambah pengetahuan serta wawasan bagi si penulis mengenai pasar persaingan monopolistis.
2.
Masyarakat
Masyarakat juga dapat mengetahui apa itu pasar persaingan
monopolistis dan ciri-ciri apa saja yang ada di dalam pasar persaingan
monopolistis, serta kelebihan dan kekurangan pasar persaingan monopolistis.
3.
Rekan-rekan Mahasiswa/i.
Hasil penelitian ini diharapkan dapat berguna untuk yang ingin
mengetahui lebih dalam mengenai pasar persaingan monopolistis. hasil penulisan ini
juga dapat dimanfaatkan dan dijadikan salah satu bahan masukan ataupun bahan
pertimbangan dalam kegiatan penulisan selanjutnya.
1.5 Sistematika Penulisan
Untuk mengetahui gambaran yang lebih jelas
mengenai makalah ini, maka penulisan tugas makalah ini dikelompokan dalam 3
bab, yang dimana tiap-tiap bab membahas mengenai materi sebagai berikut :
o
BAB I PENDAHULUAN
Pada bab ini berisi mengenai latar belakang, perumusan masalah,
tujuan penelitian, manfaat penelitian, metode penelitian serta sistematikan
penulisan.
o
BAB II PEMBAHASAN
Pada bab ini berisi mengenai pengertian pasar persaingan
monopolisti serta ciri-ciri pasar persaingan monopolistis dsb.
o
BAB III SIMPULAN DAN SARAN
Penutup ini berisi mengenai Simpulan dan Saran serta Daftar
pustaka.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Pasar
Persaingan Monopolistis.
Pasar Persaingan Monopolistis (Monopolistic Compettion) adalah salah satu dari pasar persaingan
tidak sempurna,
Pasar Persaingan Monopolistis adalah pasar yang dikembangkan karena
ketidakpuasan terhadap daya analisis model Pasar
Persaingan Sempurna (Perfect Compettion) dan Pasar Monopoli ( Monopoly).
Dilihat dari struktur pasar persaingan monopolistis
hampir sama dengan pasar persaingan sempurna. Pasar
monopolistis didefinisikan sebagai pasar dengan banyak produsen yang
menghasilkan komoditas yang berbeda karakteristik (differentiated
product) dan bisa disebut juga sebagai pasar yang banyak penjual, yang
menawarkan satu jenis barang dengan diferensi produk yang berbeda-beda baik
dari segi kualitas, bentuk dan ukuran.
2.2
Ciri-Ciri Pasar
Persaingan Monopolistis.
1.
Terdapat Banyak
Penjual.
Terdapat
cukup banyak penjual dalam pasar persaingan monopolistis, namun demikian ia
tidaklah sebanyak seperti dalam pasar persaingan sempurna. Apabila di pasar
sudah terdapat beberapa puluh perusahaan, maka pasar persaingan monopolistis
sudah mungkin wujud. Yang penting, tidak satupun dari perusahaan-perusahaan
tersebut ukuran/besarnya jauh melebihi dari perusahaan-perusahaan lainnya.
Perusahaan dalam pasar monopolistis mempunyai ukuran yang relatif besar seperti
pasar persaingan sempurna, keadaan ini menyebabkan produksi suatu perusahaan
relative sedikit kalau dibandingkan dengan keseluruhan produksi dalam
keseluruhan pasar.
2.
Barangnya Bersifat
Berbeda Corak.
Bersifat
Berbeda Corak yang membedakan antara pasar persaingan monopolistis dan pasar
persaingan sempurna. Produksi dalam pasar persaingan monopolistis berbeda
coraknya dan secara fisik mudah dibedakan antara produksi suatu perusahaan
dengan produksi suatu perusahaan lainnya. Terdapat pula perbedaan-perbedaan
dalam pengemasannya. Sebagai akibat dari perbedaan-perbedaan ini barang yang
diproduksikan oleh perusahaan-perusahaan dalam persaingan monopolistis bukanlah
barang yang bersifat pengganti sempurna tetapi merupakan
barang pengganti yang dekat.
3.
Perusahaan Mempunyai
Sedikit Kekuasaan Mempengaruhi Harga.
Perusahaan
dalam persaingan monopolistis dapat mempengaruhi harga, namun pengarunya
relative kecil kalau dibandingkan dengan peruahaan pasar oligopoly dan monopoli.
Kekuasaan mempengaruhi harga oleh perusahaan monopolistis bersumber dari sifat
barang yang dihasilkannya, yaitu yang bersifat berbeda corak. Perbedaan ini menyebabkan para pembeli bersifat
memilih, lebih menyukai barang dari suatu perusahaan tertentu.
4.
Kemasukan ke Dalam
Industri Relatif Mudah.
Perusahaan
yang akan masuk dan menjalankan usaha di dalam pasar persaingan monopolistis
tidak akan banyak mengalami kesukaran. Hambatan yang dihadapi tidaklah seberat
seperti di dalam oligopoly dan monopoli. Beberapa faktor menebabkan hal ini:
1. karena modal yang
diperlukan relative besar kalau dibandingkan dengan mendirikan perusahaan dalam
pasar persaingan sempurna.
2. Karena perusahaan itu
harus menghasilkan barang yang berbeda coraknya dengan yang sudah tersedia
dipasar dan mempromosikan barang tersebut untuk memperoleh langganan.
5.
Persaingan Mempromosi
Penjualan Sangat Aktif.
Harga bukanlah penentu utama dari besarnya pasar dari perusahaan-perusahaan dalam pasar persaingan monopolistis. Sesuatu perusahaan mungkin menjual barangnya dengan harga relative tinggi, tetapi masih dapat menarik banyak langganan. Keadaan seperti ini disebabkan oleh sifat barang yang mereka hasilkan, yaitu barang yang bersifat berbeda corak, menimbulkan daya tarik yang berbeda kepada para pembeli. Maka untuk mempengaruhi cita rasa pembeli dengan memperbaiki mutu dan desain barang, melakukan kegiatan iklan yang terus menerus, memberikan sayart penjualan yang menarik dan sebagainya.
Harga bukanlah penentu utama dari besarnya pasar dari perusahaan-perusahaan dalam pasar persaingan monopolistis. Sesuatu perusahaan mungkin menjual barangnya dengan harga relative tinggi, tetapi masih dapat menarik banyak langganan. Keadaan seperti ini disebabkan oleh sifat barang yang mereka hasilkan, yaitu barang yang bersifat berbeda corak, menimbulkan daya tarik yang berbeda kepada para pembeli. Maka untuk mempengaruhi cita rasa pembeli dengan memperbaiki mutu dan desain barang, melakukan kegiatan iklan yang terus menerus, memberikan sayart penjualan yang menarik dan sebagainya.
2.3 Keseimbangan Dalam Pasar Persaingan Monopolistis.
Kurva
permintaan yang dihadapi oleh perusahaan dalam persaingan monopolistis adalah
lebih elastis dari yang dihadapi monopoli, tetapi elastisaitasnya tidak sampai
mencapai elastis sempurna. Maka pada hakikatnya kurva permintaan ke atas barang
produksi perusahaan dalam persaingan monopolistis adalah bersifat menurun
secara sedikit demi sedikit (lebih mendatar dan bukan turun dengan curam).
Kurva permintaan yang bersifat seperti ini berarti:
Apabila perusahaan
menaikan harga maka jumlah barang yang di jualnya menjadi sangat berkurang dan
sebaliknya apabila perusahaan menurunkan harga maka jumlah barang yang
dijualnya menjadi sangat bertambah.
Oleh karena kurva
permintaan dalam persaingan monopolistis tidak elastis sempurna, kurva hasil
penjualan marjinal (MR) tidak berimpit dengan kurva permintaan. Dalam
persaingan monopolistis kurva MR adalah sama seperti terapat dalam monopoli,
yaitu kurva tersebut terletak dibawah kurva permintaan.
ü Keseimbangan Jangka Pendek.
Karena kurva permintaan adalah menurun sedikit
demi sedikit dan sebagai akibatnya kurva MR tidak berimpit dengan kurva
permintaan, keseimbangan yang dicapai suatu perusahaan dalam pasar persaingan
monopolistis adalah sama dengan di dalam monopoli.
Dalam gambar ini ditunjukan (i) adalah keadaan dimana perusahaan memperoleh keuntungan. Keuntungan yang maksimum akan diperoleh apabila perusahaan memproduksi pada tingkat dimana keadaan MC = MR tercapai. Makan keuntungan maksimum tercapai apabila jumlah produksi adalah Q dan pada tingkat produksi ini tingkat harga adalah P. segi empat PABC menunjukan jumlah keuntungan maksimum yang dinikmati perusahaan monopolistis itu.
Dalam gambar (ii) yang di tunjukan adalah keadaan dimana perusahaan mengalami kerugian. Kerugian akan dapat diminimumkan apabila keadaan MC = MR tercapai. Ini berarti perusahaan harus mencapai tingkat produksi sebanyak Q. pada tingkat produksi ini harga mencapai P. besarnya kerugian yang diderita digambarkan oleh kotak PABC. Walaupun mengalami kerugian perusahaan akan terus beroperasi selama hasil penjualannya melebihi jumlah baiay berubah (atau harga melebihi AVC).
Dalam gambar ini ditunjukan (i) adalah keadaan dimana perusahaan memperoleh keuntungan. Keuntungan yang maksimum akan diperoleh apabila perusahaan memproduksi pada tingkat dimana keadaan MC = MR tercapai. Makan keuntungan maksimum tercapai apabila jumlah produksi adalah Q dan pada tingkat produksi ini tingkat harga adalah P. segi empat PABC menunjukan jumlah keuntungan maksimum yang dinikmati perusahaan monopolistis itu.
Dalam gambar (ii) yang di tunjukan adalah keadaan dimana perusahaan mengalami kerugian. Kerugian akan dapat diminimumkan apabila keadaan MC = MR tercapai. Ini berarti perusahaan harus mencapai tingkat produksi sebanyak Q. pada tingkat produksi ini harga mencapai P. besarnya kerugian yang diderita digambarkan oleh kotak PABC. Walaupun mengalami kerugian perusahaan akan terus beroperasi selama hasil penjualannya melebihi jumlah baiay berubah (atau harga melebihi AVC).
ü Keseimbangan Jangka Panjang.
Dalam persaingan monopolistis tidak terdapat
hambatan kepada perusahaan-perusahaan baru. Maka keuntungan yang melebihi
normal akan menyebabkan pertambahan dalam jumlah perusahaan pasar. Sebagai
akibatnya setiap perusahaan akan menghadapi permintaan yang semakin sedikit
pada berbagai tingkat harga.
Dalam
gambar ini kemasukan perusahaan baru dan perpindahan kurva DD dan MR ke kiri
akan terus berlangsung sehingga perusahaan hanya mendapat keuntungan normal
saja. Dengan demikian. Seperti halnya dengan perusahaan dalam pasar persaingan
sempruna, dalam persaingan monopolistis setiap perusahaan hanya mendapat
keuntungan normal didalam jangka panjang.
2.4 Corak Dalam Pasar Persaingan Monopolistis.
Terdapat beberapa corak yang ada terjadi dan
ada pada pasar persaingan monopolistis. Berikut uraian hal-hal yang terkait
dalam corak pasar persaingan monopolistis.
·
Efesiensi dan Diferensiasi Produksi.
Dalam pasar persaingan monopolistis walaupun terdapat
banyak produk yang dihasilkan sama namun produsen membedakan karakteristiknya,
baik dalam hal mutu, design, mode maupun kemasan. Perbedaan-perbedaan ini
membuat konsumen memiliki banyak pilihan untuk menentukan produk yang akan
dipilih dan digunakan.
Setiap perusahaan dalam pasar persaingan monopolistis
akan berusaha memproduksi produk yang mempunyai sifat khusus yang dapat dengan
jelas dibedakan dengan hasil perusahaan lain. Terdapatnya berbagai variasi
produk merupakan keistimewaan dari pasar persaingan monopolistis. Variasi
produk menimbulkan keuntungan bagi produsen dan konsumen.
Keuntungan bagi produsen karena diferensiasi produk mampu
menciptakan suatu penghambat pada perusahaan lain untuk menarik para
pelanggannya. Bagi konsumen keuntungannya karena mereka memeiliki banyak
pilihan untuk membeli suatu produk dengan karakteristik yang berbeda-beda.
·
Perkembangan Teknologi
dan Inovasi.
Bentuk pasar monopolistis memberikan dorongan
yang sangat terbatas untuk melakukan perbaikan teknologi dan inovasi, karena
dalam jangka panjang perusahaan hanya memperoleh keuntungan normal. Ketika
terlihat keuntungan yang melebihi normal dalam jangka pendek maka akan memicu
perusahaan-perusahaan lain untuk memasuki industri tersebut. Ketika banyak
peodusen yang bergelut dalm bidang yang sama maka keuntungan yang melebihi
normal pun tidak didapati lagi, yang berarti dalam waktu yang singkat
keuntungan yang diperoleh dari pengembangan teknologi dan inovasi tidak dapat
lagi dinikmati.
·
Persaingan Bukan Harga.
Persaingan
Bukan-Harga yaitu menarik lebih banyak pelanggan bukan dengan cara menurunkan
harga tetapi dengan cara promosi yang lain. Sangan penting peranannya dalam
pasar persaingan monopolistis. Bentuk utama persaingan bukan-harga adalah
pengiklanan, pembedaan penampilan barang dan “after sales service” atau jasa
sesudah.
·
Distribusi pendapatan.
Banyaknya produsen yang bersaing pada pasar
persaingan monopolistis mengakibatkan distribusi pendapatan akan seimbang.
Asumsinya, ketika suatu produsen mampu menghasilkan keuntungan melebihi normal
pada jangka waktu pendek, maka hal ini akan menarik beberapa produsen lain
untuk memproduksi produk yang sama. Ketika banyak produsen yang dapat
memperoleh keuntungan berarti tidak ada lagi yang produsen yang mendapatkan
keuntungan lebih melainkan keuntungannya sama, karena keuntungannya sudah
terbagi-bagi dengan banyaknya produk. Berdasarkan kecenderungan ini, para
ekonom berpendapat bahwa pasar persaingan monopolistis menimbulkan corak
distribusi pendapatan yang lebih merata.
2.5 Kelebihan dan Kekurangan Pasar Monopolistis.
o Pasar Monopolistis memiliki kelebihan sebagai berikut :
1.
Banyaknya produsen di pasar memberikan keuntungan bagi konsumen
untuk dapat memilih produk yang terbaik baginya.
2.
Kebebasan keluar masuk bagi produsen, mendorong produsen untuk
selalu melakukan inovasi dalam menghasilkan produknya.
3.
Diferensiasi produk mendorong konsumen untuk selektif dalam menentukan
produk yang akan dibelinya, dan dapat membuat konsumen loyal terhadap produk
yang dipilihnya.
4.
Pasar ini relatif mudah dijumpai oleh konsumen, karena sebagian
besar kebutuhan sehari-hari tersedia dalam pasar monopolistik.
o Pasar Monopolistis juga memiliki kekurangan sebagai berikut :
1.
Pasar monopolistis memiliki tingkat persaingan yang tinggi, baik
dari segi harga, kualitas maupun pelayanan. Sehingga produsen yang tidak
memiliki modal dan pengalaman yang cukup akan cepat keluar dari pasar.
2.
Dibutuhkan modal yang cukup besar untuk masuk ke dalam pasar
monopolistik, karena pemain pasar di dalamnya memiliki skala ekonomis yang
cukup tinggi.
3.
Pasar ini mendorong produsen untuk selalu berinovasi, sehingga
akan meningkatkan biaya produksi yang akan berimbas pada harga produk yang
harus dibayar oleh konsumen.
2.6 Pandangan Yang Menyokong Pengiklanan.
1.
Pengiklanan membantu konsumen untuk membuat keputusan
yang lebih baik di dalam menentukan jenis-jenis barang yang akan dibelinya.
Dengan iklan perusahaan-perusahaan dapat menjelaskan kepada konsumen tentang
barang baru yang diproduksikan atau barang lama yang telah ditingkatkan
mutunya.
2.
Iklan akan menggalakan kegiatan memperbaiki mutu suatu
barang. Dalam mempromosikan barangnya melalui iklan perusahaan berusaha
menonjolkan sifat-sifat istimewa dari barang yang di produksi, iklan memberi
dorongan kepada perusahaan untuk mengembangkan hasil produksinya sehingga
mempunyai keistimewaan-keistimewaan tertentu.
3.
Iklan membantu membiayai perushaan komunikasi masa
seperti radio, televise, surat kabar dan majalah. Dengan membuat iklan dalam
perusahaan-perusahaan ini sebagian biaya mereka akan dibayar oleh kegiatan
pengiklanan. Ini dapat mengurangi subsidi pemerintah untuk membiayai kegiatan
penyiaran radio dan televisi, menurunkan harga surat kabar dan majalah, yaitu
harganya lebih rendah dari yang akan ditetapkan apabila tidak terdapat iklan.
4.
Iklan menaikan kesempatan kerja. Telah ditunukan
sebelum ini bahwa iklan akan menaikan jumlah produksi. Untuk menambah produksi,
lebih banyak pekerja diperlukan dengan demikian pengiklanan juga menyebabkan
penggunaan tenaga kerja bertambah banyak.
2.7 Pandangan Yang Mengkritik Pengiklanan.
1.
Promosi secara iklan adalah suatu penghambatan
perusahaan akan menaikan biaya produksi per unit tanpa menimbulkan perubahan
apapun terhadap suatu barang.
2.
Iklan tidak selalu memberi informasi yang benar. Tidak
semua iklan dibuat dengan jujur dan menerangkan sifat-sifat sebenarnya dari
barang yang diiklankan.
3.
Iklan bukanlahsuatu cara yang efektif untuk menambah
jumlah pekerjaan dalam perekonomian. Terdapat cara lain yang akan dapat
menambah jumlah pekerjaan dengan lebih efektif. Misalnya, usaha menambah
pekerjaan akan lebih efektif hasilnya dengan menggunakan kebijakan fiscal dan moneter.
4.
Iklan dapat menjadi penghambat kepada
perusahaan-perusahaan baru untuk masuk ke dalam industry. Apabila kampanye
iklan sangat berhasil dan produksi mengalami pertambahan yang sangat besar,
perusahaan lain akan mengalami kekurangan permintaan dan efisiensi kegiatannya
menurun. Menghadapi kenyataan seperti itu perusahaan-perusahaan baru menjadi
lebih enggan untuk masuk kedalam industry tersebut.
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Perusahaan
dalam pasar persaingan monopolistis akan mendapatkan keuntungan di atas normal
pada periode jangka pendek. Keuntungan di atas normal tersebut menyebabkan
pertambahan jumlah perusahaan di pasar. Sehingga mengakibatkan perusahaan
tersebut hanya akan memperoleh keuntungan normal bahkan merugi pada periode
jangka panjang.
Pengaturan
pasar persaingan monopolistis tidak perlu dilakukan meskipun perusahaan yang
beroperasi dalam pasar persaingan monopolistik tidak efisien. Hal ini
berdasarkan tiga argument, antara lain :
1)
Daya monopoli yang relatif kecil
menyebabkan kesejahteraan yang hilang (dead weight loss) relatif kecil.
2)
Permintaan ysng sangat elastis
menyebabkan kelebihan kapasitas produksi relatif kecil.
3)
Ketidakefisienan yang dihasilkan
perusahaan yang beroprasi dalam pasar persaingan monopolistik diimbangi dengan
kenikmatan konsumen karena beragam produk, peningkatan kualitas, dan
meningkatnya kebebasan konsumen dalam memilih output.
3.2 Saran.
Sebaiknya
produsen meningkatkan kualitas produk sehingga konsumen akan tetap setia pada
produk tersebut. Sehingga meskipun produsen menaikan harga barang tersebut,
produsen tidak lantas kehilangan banyak pelanggan. Karena konsumen sudah
percaya dengan mutu produk tersebut.
Selain itu pasar
persaingan monopolistis juga menuntut produsen agar lebih inovatif lagi dalam
berproduksi. Baik inovatif dalam menciptakan suatu produk maupun inovatif dalam
efisiensi penggunaan faktor produksi.
DAFTAR PUSTAKA
Rahardja,
Prathama dan Manurung, Mandala. 2008. “Pengantar
Ilmu Ekonomi ( Mikro Ekonomi dan Makro Ekonomi )”. Edisi Ke-3. Jakarta:
FE-UI
Sukirno,
Sadono. 2005. “Mikro Ekonomi Teori
Pengantar”. Edisi Ke-3. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada
Tidak ada komentar:
Posting Komentar