Minggu, 13 Juli 2014

Makalah "Pasar Persaingan Monopolistis"


Mata Kuliah : Teori Pengantar Mikro Ekonomi

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis panjatkan kepada kehadirat ALLAH SWT yang telah memberikan rahmat dan karunia-Nya kepada penulis, sehingga akhirnya penulis dapat menyelesaikan makalah ini yang alhamdulillah tepat pada waktunya, yang berjudul “Pasar Persaingan Monopolistis”.
Makalah ini dibuat dengan observasi dan beberapa bantuan berbagai pihak untuk menyelesaikan makalah ini tanpa hambatan selama mengerjakan. Oleh karena itu penulis mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan makalah ini .
Penulis menyadari bahwa penulisan makalah ini tidak luput dari segala kekurangan dan kesempurnaan. Namun penulis telah mengusahakan yang terbaik bagi penulisan makalah ini. Oleh karena itu kritik dan saran dari semua pihak yang bersifat membangun selalu penulis harapkan demi kesempurnaan makalah ini.
Akhir kata, penulis sampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah berperan serta dalam penyusunan makalah ini dari awal sampai akhir. Semoga Allah SWT senantiasa meridhai segala usaha kita. Amin.


Jakarta, 10 Juni 20
 Fenni Octafiyani

BAB I
PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang
Pasar merupakan tulang punggung perekonomian masyarakat, baik masyarakat yang berada di kalangan kelas bawah ataupun masyarakat yang berada di kalangan kelas atas. Semua unsur pasar yang berkaitan dengan kegiatan ekonomi berada di pasar,mulai dari unsur produksi, distribusi maupun unsur konsumsi.
Usaha seseorang untuk selalu memenuhi kebutuhan hidupnya selalu dilakukan sejak zaman dahulu kala. Sebelum adanya jual beli seseorang memenuhi kebutuhan hidupnya dengan bertukar barang dengan orang lain yang memiliki barang yang ia butuhkan (barter). Namun, barter bukanlah hal yang efisien bagi seseorang untuk dapat memenuhi kebutuhan hidupnya. Karena terkadang barang yang ditukar tidak seimbang nilainya dengan barang yang didapat.
Seiring berkembangnya zaman akhirnya didapat satuan pengukur nilai suatu barang yaitu Uang. Setelah orang-orang mengenal uang maka sistem barter tidak lagi berlaku, tetapi yang berlaku adalah sistem jual-beli.
Menurut organisasinya pasar dapat dibedakan menjadi dua, yaitu Pasar Persaingan Sempurna, dan Pasar Persaingan Tidak Sempurna. Pasar persaingan tidak sempurna dibagi lagi menjadi tiga bagian yaitu Pasar Monopoli, Pasar Monopolistik, dan Pasar Oligopoli.
Pada kesempatan kali ini, kita akan membahas tentang Pasar Monopolistis. Melihat dari jenis barang yang termasuk di dalamnya, pasar tipe ini merupakan salah satu pasar yang begitu dekat dengan kehidupan kita sehari-hari.

1.2  Rumusan Masalah
1.      Apa yang dimaksud dengan pasar persaingan monopolistis?
2.      Apa saja ciri-ciri pasar persaingan monopolistis?
3.      Apa saja keseimbangan dalam pasar persaingan monopolistis?
4.      Apa saja corak dalam pasar persaingan monopolistis?
5.      Apa saja kelebihan dan kekurangan dari pasar persaingan monopolistis?

1.3  Tujuan Penulisan
Tujuan dari penulisan ini adalah untuk mengetahui apa pengertian pasar monopolistis, serta untuk mengetahui ciri-ciri apa saja yang ada di dalam pasar persaingan monopolistis.
Selain itu tujuan penelitian ini juga untuk melengkapi tugas sebagai tugas Softskill program Strata Satu (S1) Jurusan Management dan Akuntansi.

1.4  Manfaat Penulisan
Penulisan ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi :
1.      Penulis
Karena dengan tugas ini dapat menambah pengetahuan serta wawasan bagi si penulis mengenai pasar persaingan monopolistis.
2.      Masyarakat
Masyarakat juga dapat mengetahui apa itu pasar persaingan monopolistis dan ciri-ciri apa saja yang ada di dalam pasar persaingan monopolistis, serta kelebihan dan kekurangan pasar persaingan monopolistis.
3.      Rekan-rekan Mahasiswa/i.
Hasil penelitian ini diharapkan dapat berguna untuk yang ingin mengetahui lebih dalam mengenai pasar persaingan monopolistis. hasil penulisan ini juga dapat dimanfaatkan dan dijadikan salah satu bahan masukan ataupun bahan pertimbangan dalam kegiatan penulisan selanjutnya.

1.5  Sistematika Penulisan
Untuk mengetahui gambaran yang lebih jelas mengenai makalah ini, maka penulisan tugas makalah ini dikelompokan dalam 3 bab, yang dimana tiap-tiap bab membahas mengenai materi sebagai berikut :
o   BAB I  PENDAHULUAN
Pada bab ini berisi mengenai latar belakang, perumusan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian, metode penelitian serta sistematikan penulisan.
o   BAB II PEMBAHASAN
Pada bab ini berisi mengenai pengertian pasar persaingan monopolisti serta ciri-ciri pasar persaingan monopolistis dsb.
o   BAB III SIMPULAN DAN SARAN
Penutup ini berisi mengenai Simpulan dan Saran serta Daftar pustaka.

BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Pasar Persaingan Monopolistis.
Pasar Persaingan Monopolistis (Monopolistic Compettion) adalah salah satu dari pasar persaingan tidak sempurna,
Pasar Persaingan Monopolistis adalah pasar yang dikembangkan karena ketidakpuasan terhadap daya analisis model Pasar Persaingan Sempurna (Perfect Compettion) dan Pasar Monopoli ( Monopoly).
Dilihat dari struktur pasar persaingan monopolistis hampir sama dengan pasar persaingan sempurna. Pasar monopolistis didefinisikan sebagai pasar dengan banyak produsen yang menghasilkan komoditas yang berbeda karakteristik (differentiated product) dan bisa disebut juga sebagai pasar yang banyak penjual, yang menawarkan satu jenis barang dengan diferensi produk yang berbeda-beda baik dari segi kualitas, bentuk dan ukuran.

2.2  Ciri-Ciri Pasar Persaingan Monopolistis.

1.      Terdapat Banyak Penjual.
Terdapat cukup banyak penjual dalam pasar persaingan monopolistis, namun demikian ia tidaklah sebanyak seperti dalam pasar persaingan sempurna. Apabila di pasar sudah terdapat beberapa puluh perusahaan, maka pasar persaingan monopolistis sudah mungkin wujud. Yang penting, tidak satupun dari perusahaan-perusahaan tersebut ukuran/besarnya jauh melebihi dari perusahaan-perusahaan lainnya. Perusahaan dalam pasar monopolistis mempunyai ukuran yang relatif besar seperti pasar persaingan sempurna, keadaan ini menyebabkan produksi suatu perusahaan relative sedikit kalau dibandingkan dengan keseluruhan produksi dalam keseluruhan pasar.

2.      Barangnya Bersifat Berbeda Corak.
Bersifat Berbeda Corak yang membedakan antara pasar persaingan monopolistis dan pasar persaingan sempurna. Produksi dalam pasar persaingan monopolistis berbeda coraknya dan secara fisik mudah dibedakan antara produksi suatu perusahaan dengan produksi suatu perusahaan lainnya. Terdapat pula perbedaan-perbedaan dalam pengemasannya. Sebagai akibat dari perbedaan-perbedaan ini barang yang diproduksikan oleh perusahaan-perusahaan dalam persaingan monopolistis bukanlah barang yang bersifat pengganti sempurna tetapi merupakan barang pengganti yang dekat.

3.      Perusahaan Mempunyai Sedikit Kekuasaan Mempengaruhi Harga.
Perusahaan dalam persaingan monopolistis dapat mempengaruhi harga, namun pengarunya relative kecil kalau dibandingkan dengan peruahaan pasar oligopoly dan monopoli. Kekuasaan mempengaruhi harga oleh perusahaan monopolistis bersumber dari sifat barang yang dihasilkannya, yaitu yang bersifat berbeda corak. Perbedaan ini menyebabkan para pembeli bersifat memilih, lebih menyukai barang dari suatu perusahaan tertentu.

4.      Kemasukan ke Dalam Industri Relatif Mudah.
Perusahaan yang akan masuk dan menjalankan usaha di dalam pasar persaingan monopolistis tidak akan banyak mengalami kesukaran. Hambatan yang dihadapi tidaklah seberat seperti di dalam oligopoly dan monopoli. Beberapa faktor menebabkan hal ini:
1.      karena modal yang diperlukan relative besar kalau dibandingkan dengan mendirikan perusahaan dalam pasar persaingan sempurna.
2.      Karena perusahaan itu harus menghasilkan barang yang berbeda coraknya dengan yang sudah tersedia dipasar dan mempromosikan barang tersebut untuk memperoleh langganan.

5.      Persaingan Mempromosi Penjualan Sangat Aktif.
Harga bukanlah penentu utama dari besarnya pasar dari perusahaan-perusahaan dalam pasar persaingan monopolistis. Sesuatu perusahaan mungkin menjual barangnya dengan harga relative tinggi, tetapi masih dapat menarik banyak langganan. Keadaan seperti ini disebabkan oleh sifat barang yang mereka hasilkan, yaitu barang yang bersifat berbeda corak, menimbulkan daya tarik yang berbeda kepada para pembeli. Maka untuk mempengaruhi cita rasa pembeli dengan memperbaiki mutu dan desain barang, melakukan kegiatan iklan yang terus menerus, memberikan sayart penjualan yang menarik dan sebagainya.

2.3  Keseimbangan Dalam Pasar Persaingan Monopolistis.
Kurva permintaan yang dihadapi oleh perusahaan dalam persaingan monopolistis adalah lebih elastis dari yang dihadapi monopoli, tetapi elastisaitasnya tidak sampai mencapai elastis sempurna. Maka pada hakikatnya kurva permintaan ke atas barang produksi perusahaan dalam persaingan monopolistis adalah bersifat menurun secara sedikit demi sedikit (lebih mendatar dan bukan turun dengan curam). Kurva permintaan yang bersifat seperti ini berarti:
Apabila perusahaan menaikan harga maka jumlah barang yang di jualnya menjadi sangat berkurang dan sebaliknya apabila perusahaan menurunkan harga maka jumlah barang yang dijualnya menjadi sangat bertambah.
Oleh karena kurva permintaan dalam persaingan monopolistis tidak elastis sempurna, kurva hasil penjualan marjinal (MR) tidak berimpit dengan kurva permintaan. Dalam persaingan monopolistis kurva MR adalah sama seperti terapat dalam monopoli, yaitu kurva tersebut terletak dibawah kurva permintaan.

ü  Keseimbangan Jangka Pendek.
Karena kurva permintaan adalah menurun sedikit demi sedikit dan sebagai akibatnya kurva MR tidak berimpit dengan kurva permintaan, keseimbangan yang dicapai suatu perusahaan dalam pasar persaingan monopolistis adalah sama dengan di dalam monopoli.
Dalam gambar ini ditunjukan (i) adalah keadaan dimana perusahaan memperoleh keuntungan. Keuntungan yang maksimum akan diperoleh apabila perusahaan memproduksi pada tingkat dimana keadaan MC = MR tercapai. Makan keuntungan maksimum tercapai apabila jumlah produksi adalah Q dan pada tingkat produksi ini tingkat harga adalah P. segi empat PABC menunjukan jumlah keuntungan maksimum yang dinikmati perusahaan monopolistis itu.
Dalam gambar (ii) yang di tunjukan adalah keadaan dimana perusahaan mengalami kerugian. Kerugian akan dapat diminimumkan apabila keadaan MC = MR tercapai. Ini berarti perusahaan harus mencapai tingkat produksi sebanyak Q. pada tingkat produksi ini harga mencapai P. besarnya kerugian yang diderita digambarkan oleh kotak PABC. Walaupun mengalami kerugian perusahaan akan terus beroperasi selama hasil penjualannya melebihi jumlah baiay berubah (atau harga melebihi AVC).

ü  Keseimbangan Jangka Panjang.
Dalam persaingan monopolistis tidak terdapat hambatan kepada perusahaan-perusahaan baru. Maka keuntungan yang melebihi normal akan menyebabkan pertambahan dalam jumlah perusahaan pasar. Sebagai akibatnya setiap perusahaan akan menghadapi permintaan yang semakin sedikit pada berbagai tingkat harga.
Dalam gambar ini kemasukan perusahaan baru dan perpindahan kurva DD dan MR ke kiri akan terus berlangsung sehingga perusahaan hanya mendapat keuntungan normal saja. Dengan demikian. Seperti halnya dengan perusahaan dalam pasar persaingan sempruna, dalam persaingan monopolistis setiap perusahaan hanya mendapat keuntungan normal didalam jangka panjang.

2.4  Corak Dalam Pasar Persaingan Monopolistis.
Terdapat beberapa corak yang ada terjadi dan ada pada pasar persaingan monopolistis. Berikut uraian hal-hal yang terkait dalam corak pasar persaingan monopolistis.

·         Efesiensi dan Diferensiasi Produksi.
Dalam pasar persaingan monopolistis walaupun terdapat banyak produk yang dihasilkan sama namun produsen membedakan karakteristiknya, baik dalam hal mutu, design, mode maupun kemasan. Perbedaan-perbedaan ini membuat konsumen memiliki banyak pilihan untuk menentukan produk yang akan dipilih dan digunakan.
Setiap perusahaan dalam pasar persaingan monopolistis akan berusaha memproduksi produk yang mempunyai sifat khusus yang dapat dengan jelas dibedakan dengan hasil perusahaan lain. Terdapatnya berbagai variasi produk merupakan keistimewaan dari pasar persaingan monopolistis. Variasi produk menimbulkan keuntungan bagi produsen dan konsumen.
Keuntungan bagi produsen karena diferensiasi produk mampu menciptakan suatu penghambat pada perusahaan lain untuk menarik para pelanggannya. Bagi konsumen keuntungannya karena mereka memeiliki banyak pilihan untuk membeli suatu produk dengan karakteristik yang berbeda-beda.

·         Perkembangan Teknologi dan Inovasi.
Bentuk pasar monopolistis memberikan dorongan yang sangat terbatas untuk melakukan perbaikan teknologi dan inovasi, karena dalam jangka panjang perusahaan hanya memperoleh keuntungan normal. Ketika terlihat keuntungan yang melebihi normal dalam jangka pendek maka akan memicu perusahaan-perusahaan lain untuk memasuki industri tersebut. Ketika banyak peodusen yang bergelut dalm bidang yang sama maka keuntungan yang melebihi normal pun tidak didapati lagi, yang berarti dalam waktu yang singkat keuntungan yang diperoleh dari pengembangan teknologi dan inovasi tidak dapat lagi dinikmati.

·         Persaingan Bukan Harga.
Persaingan Bukan-Harga yaitu menarik lebih banyak pelanggan bukan dengan cara menurunkan harga tetapi dengan cara promosi yang lain. Sangan penting peranannya dalam pasar persaingan monopolistis. Bentuk utama persaingan bukan-harga adalah pengiklanan, pembedaan penampilan barang dan “after sales service” atau jasa sesudah.

·         Distribusi pendapatan.
Banyaknya produsen yang bersaing pada pasar persaingan monopolistis mengakibatkan distribusi pendapatan akan seimbang. Asumsinya, ketika suatu produsen mampu menghasilkan keuntungan melebihi normal pada jangka waktu pendek, maka hal ini akan menarik beberapa produsen lain untuk memproduksi produk yang sama. Ketika banyak produsen yang dapat memperoleh keuntungan berarti tidak ada lagi yang produsen yang mendapatkan keuntungan lebih melainkan keuntungannya sama, karena keuntungannya sudah terbagi-bagi dengan banyaknya produk. Berdasarkan kecenderungan ini, para ekonom berpendapat bahwa pasar persaingan monopolistis menimbulkan corak distribusi pendapatan yang lebih merata.

2.5 Kelebihan dan Kekurangan Pasar Monopolistis.
o   Pasar Monopolistis memiliki kelebihan sebagai berikut :
1.      Banyaknya produsen di pasar memberikan keuntungan bagi konsumen untuk dapat memilih produk yang terbaik baginya.
2.      Kebebasan keluar masuk bagi produsen, mendorong produsen untuk selalu melakukan inovasi dalam menghasilkan produknya.
3.      Diferensiasi produk mendorong konsumen untuk selektif dalam menentukan produk yang akan dibelinya, dan dapat membuat konsumen loyal terhadap produk yang dipilihnya.
4.      Pasar ini relatif mudah dijumpai oleh konsumen, karena sebagian besar kebutuhan sehari-hari tersedia dalam pasar monopolistik.

o   Pasar Monopolistis juga memiliki kekurangan sebagai berikut :
1.      Pasar monopolistis memiliki tingkat persaingan yang tinggi, baik dari segi harga, kualitas maupun pelayanan. Sehingga produsen yang tidak memiliki modal dan pengalaman yang cukup akan cepat keluar dari pasar.
2.      Dibutuhkan modal yang cukup besar untuk masuk ke dalam pasar monopolistik, karena pemain pasar di dalamnya memiliki skala ekonomis yang cukup tinggi.
3.      Pasar ini mendorong produsen untuk selalu berinovasi, sehingga akan meningkatkan biaya produksi yang akan berimbas pada harga produk yang harus dibayar oleh konsumen.

2.6  Pandangan Yang Menyokong Pengiklanan.
1.      Pengiklanan membantu konsumen untuk membuat keputusan yang lebih baik di dalam menentukan jenis-jenis barang yang akan dibelinya. Dengan iklan perusahaan-perusahaan dapat menjelaskan kepada konsumen tentang barang baru yang diproduksikan atau barang lama yang telah ditingkatkan mutunya.
2.      Iklan akan menggalakan kegiatan memperbaiki mutu suatu barang. Dalam mempromosikan barangnya melalui iklan perusahaan berusaha menonjolkan sifat-sifat istimewa dari barang yang di produksi, iklan memberi dorongan kepada perusahaan untuk mengembangkan hasil produksinya sehingga mempunyai keistimewaan-keistimewaan tertentu.
3.      Iklan membantu membiayai perushaan komunikasi masa seperti radio, televise, surat kabar dan majalah. Dengan membuat iklan dalam perusahaan-perusahaan ini sebagian biaya mereka akan dibayar oleh kegiatan pengiklanan. Ini dapat mengurangi subsidi pemerintah untuk membiayai kegiatan penyiaran radio dan televisi, menurunkan harga surat kabar dan majalah, yaitu harganya lebih rendah dari yang akan ditetapkan apabila tidak terdapat iklan.
4.      Iklan menaikan kesempatan kerja. Telah ditunukan sebelum ini bahwa iklan akan menaikan jumlah produksi. Untuk menambah produksi, lebih banyak pekerja diperlukan dengan demikian pengiklanan juga menyebabkan penggunaan tenaga kerja bertambah banyak.

2.7  Pandangan Yang Mengkritik Pengiklanan.
1.      Promosi secara iklan adalah suatu penghambatan perusahaan akan menaikan biaya produksi per unit tanpa menimbulkan perubahan apapun terhadap suatu barang.
2.      Iklan tidak selalu memberi informasi yang benar. Tidak semua iklan dibuat dengan jujur dan menerangkan sifat-sifat sebenarnya dari barang yang diiklankan.
3.      Iklan bukanlahsuatu cara yang efektif untuk menambah jumlah pekerjaan dalam perekonomian. Terdapat cara lain yang akan dapat menambah jumlah pekerjaan dengan lebih efektif. Misalnya, usaha menambah pekerjaan akan lebih efektif hasilnya dengan menggunakan kebijakan fiscal dan moneter.
4.      Iklan dapat menjadi penghambat kepada perusahaan-perusahaan baru untuk masuk ke dalam industry. Apabila kampanye iklan sangat berhasil dan produksi mengalami pertambahan yang sangat besar, perusahaan lain akan mengalami kekurangan permintaan dan efisiensi kegiatannya menurun. Menghadapi kenyataan seperti itu perusahaan-perusahaan baru menjadi lebih enggan untuk masuk kedalam industry tersebut.

BAB III

PENUTUP

3.1  Kesimpulan
Perusahaan dalam pasar persaingan monopolistis akan mendapatkan keuntungan di atas normal pada periode jangka pendek. Keuntungan di atas normal tersebut menyebabkan pertambahan jumlah perusahaan di pasar. Sehingga mengakibatkan perusahaan tersebut hanya akan memperoleh keuntungan normal bahkan merugi pada periode jangka panjang.
Pengaturan pasar persaingan monopolistis tidak perlu dilakukan meskipun perusahaan yang beroperasi dalam pasar persaingan monopolistik tidak efisien. Hal ini berdasarkan tiga argument, antara lain :
1)      Daya monopoli yang relatif kecil menyebabkan kesejahteraan yang hilang (dead weight loss) relatif kecil.
2)      Permintaan ysng sangat elastis menyebabkan kelebihan kapasitas produksi relatif kecil.
3)      Ketidakefisienan yang dihasilkan perusahaan yang beroprasi dalam pasar persaingan monopolistik diimbangi dengan kenikmatan konsumen karena beragam produk, peningkatan kualitas, dan meningkatnya kebebasan konsumen dalam memilih output.

3.2  Saran.
Sebaiknya produsen meningkatkan kualitas produk sehingga konsumen akan tetap setia pada produk tersebut. Sehingga meskipun produsen menaikan harga barang tersebut, produsen tidak lantas kehilangan banyak pelanggan. Karena konsumen sudah percaya dengan mutu produk tersebut.
Selain itu pasar persaingan monopolistis juga menuntut produsen agar lebih inovatif lagi dalam berproduksi. Baik inovatif dalam menciptakan suatu produk maupun inovatif dalam efisiensi penggunaan faktor produksi.

DAFTAR PUSTAKA

Rahardja, Prathama dan Manurung, Mandala. 2008. “Pengantar Ilmu Ekonomi ( Mikro Ekonomi dan Makro Ekonomi )”. Edisi Ke-3. Jakarta: FE-UI

Sukirno, Sadono. 2005. “Mikro Ekonomi Teori Pengantar”. Edisi Ke-3. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada







Kredit Sindikasi

PENGERTIAN

Kredit sindikasi atau loan syndication dalam kegiatan perbankan adalah kredit yang diberikan oleh dua atau lebih bank atau sekelompok bank dengan persyaratan tersendiri pada pihak ketiga yang dilaksanakan dengan cara menunjuk seorang menejer atau kelompok dari comanajer bank-bank yang terlibat. Kredit sindikasi atau sering disebut pula dengan syndicated loan umumnya diadakan dalam jumlah yang cukup besar . Untuk mengurangi risiko kerugian dari kredit, bank melakukan diversifikasi dengan cara menyebarkan kredit tersebut ke beberapa bank. Banyaknya bank yang ikut terlibat dalam pemberian kredit ini menyebabkan kredit sindikasi disebut pula dengan multi-bank lending. Kredit sindikasi memiliki peran yang cukup penting dalam perkembangan perkreditan internasional. Namun tidak berarti kredit sindikasi selalu dikaitkan dengan pinjaman kredit yang bersifat internasional. Di beberapa Negara, pemberian kredit secara bersamaan oleh sekelompok bank kepada nasabah tertentu kadang-kadang susah atau tidak dapat diterapkan akibat adanya alasan ketentuan pembatasan dari penguasa moneter atau bank sentral.
Perkembangan pemberian kredit sindikasi terutama dalam Eurocurrency disebabkan oleh beberapa alas an antara lain :
a.       Kebutuhan perusahaan nasional, multinasional dan pemerintah memperoleh sumber dana yang langsung tersedia.
b.       Meningkatkan jumlah permohonan kredit oleh individu.
c.       Untuk penyebaran risiko.
d.       Manajemen Fee yang menarik
e.       Untuk publikasi bagi bank-bank peserta.
f.         Untuk memperoleh keuntungan dari hubungan kerja dengan bank-bank lain.




PIHAK-PIHAK YANG TERLIBAT DALAM KREDIT SINDIKASI
Dalam setiap kredit sindikasi di dalamnya terdapat 3 (tiga) pihak yang terlibat yaitu :

Peminjam
Peminjam dalam kredit sindikasi sangat memperhatikan dan mengutamakan mengenai kemudahan proses peminjaman, cepat, fleksibel dan ekonomis. Namun di lain pihak, peminjam berkepentingan memelihara dan memperbaiki credit standingnya. Di samping itu, peminjam bertanggung jawab menyediakan semua informasi yang dibutuhkan oleh pimpinan atau manajer sindikasi.

Bank-bank Peserta
Bank-bank peserta sebagai pihak yang memberikan kredit meminta agar semua kriteria  dan ketentuan - ketentuan dalam kredit sindikasi harus dipenuhi seperti hal nya dalam proses kredit langsung.
Kriteria atau persyaratan tersebut antara lain menyangkut masalah :

a.       Kelayakan peminjam
b.       Tingkat bunga kredit yang bersaing
c.       Pembayaran kembali.

Bank- bank peserta dalam hal ini biasanya sangan tegantung dari integritas dan reputasi manajer sindikasi dalam usaha kredit sindikasi.

Manajer Sindikasi
Manajer sindiasi atau sering disebut syndicat leader mempunyai 4 (empat) macam fungsi yang terpisah dalam suatu usaha kredit sindikasi yang di kenal dengan “4 S” yaitu :
  • Sourcing
  • Structuring
  • Selling
  • Servicing
Fungsi-fungsi manajer sindikasi ini akan dibahas tersendiri untuk mengetahui secara jelas keseluruhan proses sindikasi. Sindikasi manajer disini di samping menjalankan fungsi broker atau agen, ia juga sebagai peserta aktif. Oleh karena itu fungsi manajer dalam kredit sindikasi memiliki tanggung jawab yang cukup luas dibandingkan hanya sebagai perantara saja. Manajer sindikasi harus memberikan loyalitas yang sama baik kepada peminjam maupun kepada bank-bank peserta dan harus menyeimbangkan kepentingan kedua belah pihak. Yang bertindak sebagai manajer sindikasi biasanya juga dari kalangan bank-bank besar. Selanjutnya, peminjam dan bank-bank peserta harus benar-benar menganalisis kemampuan dan pengalaman atau keahlian spesialisasi manajer sindikasi dalam bidang industri tertentu, misalnya, perkapalan, real estate, air craft, elektronik, farmasi, dan industri keuangan. Tentang peminjam yang menghadapi masalah, manajer yang mengerti dan yang mengikuti situasi dan permasalah kemudian menyampaikan dan menjelaskan kepada bank-bank peserta lainnya. Demikian sebaliknya, bank-bank peserta dapat menanyakan pada manajer mengenai keadaan dan sector industri usaha peminjam dalam rangka mengambil langkah untuk mengurangi kemungkinan timbulnya kerugian. Akhir-akhir ini ada kecenderungan bank di samping sebagai kelompok manajemen juga akan membantu peran dan fungsi manajer sindikasi, khususnya bagi kredit sindikasi dalam jumlah besar.

PROSES KREDIT SINDIKASI
Sebagaimana telah disebutkan, fungsi manajer sindikasi yang dikenal dengan fungsi “4S” secara langsung menggambarkan proses kredit sindikasi sebagai berikut:

Sourcing the loan
Sourcing the loan menyangkut suatu proses pengenalan dan penilaian calon nasabah yang sedang membutuhkan pinjaman, kemudian membuat penawaran yang kemungkinanya dapat diterima atau disetujui calon peminjam yang bersangkutan. Oleh karena itu, sourcing the loan pada dasarnya merupakan tugas dan fungsi menejer sindikasi untuk mencari seorang calon peminjam yang cocok untuk suatu sindikasi dan pada saat menemukanya, biasanya bukan ia sendiri saja yang mengajukan penawaran kepada calon peminjam tapi biasanya terdiri dari beberapa pihak sehingga peminjam akan memilih tawaran sindikasi yang menurutnya lebih baik dan menguntungkan, dalam arti persyaratan yang lunak dan murah. Seandainya ia akan memenangkan penawaranya tersebut menejer sindikasi harus dapat benar-benar dapat melaksanakan proses sindikasi ini sampai berhasil, karena akan mempertaruhkan nama dan kedudukanya. Kegagalan dalam pelaksanaan sindikasi ini dapat menjatuhkan reputasi menejer sindikasi dalam pasar sindikasi.
Salah satu tugas yang paling sulit bagi menejemen sindikasi adalah menyangkut tingkat bunga pinjaman dalam melakukan pemasaranya. Karena itu harus bias meyakinkan anggota sindikasi yang potensial bahwa tingkat yang ditawarkan tersebut merupakan angka yang cukup wajar. Penentuan tingkat bunga harus dapat menyeimbangkan kepentingan debitur dan preditur dalam hal spread. Peminjm umumnya menginginkan spread yang kecil, sementara anggota sindikasi mengharapkan spread yang lebih besar.

Structuring the loan
Structuring the loan menyangkut masaah penentuan syarat-syarat kredit yang disetujui oleh pihak-pihak yang terlibat yaitu peminjam dengan bank-bank peserta yang merupakan kerangka atau struktur kredit sindikasi. Menstruktur suatu pinjaman merupakan pekerjaan yang cukup kompleks bagi manajer sindikasi karena harus mempertimbangkan kepentingan kedua belah pihak. Masalah yang perlu diterapkan dalam melakukan struktur pinjaman antara lain menyangkut hal-hal sebagai berikut :
a.       Cara pembayaran kembali termasuk persetujuan tenggang waktu atau grace period, jangka waktu yang persekot (pre-payment)
b.       Pricing yaitu penetapan tingkat bunga pinjaman. Untuk kredit sindikasi yang bersifat internasional biasanya digunakan prime rate, libor, atau sibor sebagai base rate dan ditambah dengan spread. Besar kecilnya spread tersebut biasanya dipengaruhi oleh keadaan kelayakan kredit peminjam.
c.       Dalam kredit sindikasi dikenal 2 macam fee yaitu :
-          Commitment fee, dibayarkan pertahun terhadap kredit yang tidak tertarik atau dicairkan oleh peminjam.
-          Management fee, adalah jumlah biaya dibayarkan oleh peminjam kepada manajer sindikasi atau kelompok manajemen. Pembayaran tersebut dilakukan pada saat perjanjian kredit ditanda tangani.

d.       Dokumentasi
Untuk melaksanakan kegiatan menstruktur kredit ini terdapat 3 (tiga) dokumentasi pokok yang disediakan oleh kelompok manajemen yaitu :
1)      Teleks penawaran
Teleks ini merupakan dokumen dasar yang dikirimkan oleh menejer sindikasi kepada calon-calon peserta yang memuat secara singkat mengenai bentuk pinjaman meliputi anatara lain:
-          nama peminjam
-          jumlah kredit
-          jatuh tempo
-          tingkat bunga pinjaman
-          jadwal pembayaran kembali
-          commitment fee
-          tujuan kredit
-          persekot
-          informasi-informasi yang diperlukan lainya
2)      Memorandum informasi
Memorandum informasi ini pada dasarnya merupakan suatu brosur yang memuat penjelasan mengenai keadaan kredit dan peminjam termasuk seperti hal-hal yang disebutkan dalam teleks penawaran di atas. Di samping itu, juga meliputi masalah-masalah yang menyangkut :
-          sejarah, latar belakang dan rincian data keuangan peminjam
-          tujuan pinjaman atau proyek
-          proyeksi arus dana
-          statistic dan laporan mengenai negara, bila peminjam adalah pemerintah (negara)
e.       loan agreement, yaitu kontrak atau perjanjian antara debitur dengan pihak kreditur.

selling the loan
selling the loan adalah menawarkan suatu pinjaman yang telah distruktur secara lengkap (fully structured loan) kepada kelompok kredit yang akan membentuk sindikat pinjaman kepada peminjam tertentu. Penawaran suatu loan dilakukan dengan mengirimkan telex kepada sejumlah bank-bank yang besar.
            Tugas menejer sindikasi selanjutunya memberikan informasi atau penjelasan-penjelasan tambahan mengenai kredit tersebut kepada bank peminat yang memberikan respons atas penawaran tersebut.
            Penjualan atau penawaran kredit sindikasi di pasar uang internasional terutama di London dilakukan dengan 2 cara yaitu sebagai berikut :

a.       Best-effort syndicate
Yaitu apabila menejer sindikasi telah berusaha menjual kredit tersebut kepda kelompok kreditur dengan persyaratan dan ketentuan yang dianggap cukup wajar, namun apabila penjualan kredit tersebut tidak berhasil, maka penawaran kredit sindikasi tersebut di tarik dari pasar dan selanjutnya peminjam harus mencari kebutuhan danaya sendiri. Menejer sindikasi dalam hal ini kemungkinan kurang mampu dan kurang memiliki pengalaman atau reputasi yang cukup meyakinkan bagi kelompok kreditur.
b.       Firm-commitment syndicate
Yaitu suatu cara di mana menejer indikasi memberikan komitmen kepada peminjam untuk mengatur sejumlah tertentu pinjaman dengan syarat tertentu. Kemudian apabila penawaran sindikasi tersebut mengalami kegagalan dalam arti tidak ada kreditur yang berminat, maka menejer sindikat dalam hal ini tang akan bertanggung jawab penuh untuk memenuhi kebutuhan kredit yang telah disepakati jumlahnya kepada peminjam.


c.       Club syndicate
Yaitu suatu sindikat yang ditur oleh kelompok terbatas suatu bank yang mana masing-masing bank dalam kelompok memilki bagian tertentu dari total sindikasi. Biasanya jenis sindikasi seperti ini jumlahnya tidak besar dan kelompok bank tersebut dapat meyakinkan peminjam untuk dapat segera memperoleh kredit yang dibutuhkan.

Serciving the loan
Serciving the loan merupakan tanggung jawab agent bank yang mungkin dirangkap oleh menejer sindikasi anggota kelompok dari bank-bank peserta lainya. Tugas agent bank ini pada dasarnya mempelancar jalnya proses kredit sindikasi tersebut yang meliputi aspek opeasioanalnya. Tugas dan tanggung jawab agent bank tersebut antara lain meliputri hal-hal sebagai berikut :
a.       Penetapan tingkat bunga kredit. Tingkat bunga sindikasi tersebut dapat digunakan system mengambang.
b.      Menagih dan mengumpulkan hasil bunga
c.       Membayar dan menerima poko pinjaman
d.      Melakukan negosiasi ulang yang menyangkut ketentuan-ketentuan dalam perjanjian kredit misalnya syarat-syarat pembayaran cicilan.
e.       Memelihara huungan baik dan dekat dengan peminjm untuk memperoleh informasi akhir mengenai keadaan keuangan debitur
f.       Memberikan informasi kepada semua peserta sindikasi bila terjadi suatu perubahan yang cukup penting atas pinjaman tersebut